Mencari Makna

Kerap tergiang dengan sarkas pedas dari Buya Hamka yang berujar “Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.”

Saya juga teringat dengan sepotong pemikiran Seno Gumira Ajidarma dalam sebuah karyanya,

“Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa. – Menjadi Tua di Jakarta, Seno Gumira Ajidarma

Lalu apa sebenarnya yang diharapkan oleh kedua tokoh yang lahir dari generasi berbeda, namun memiliki keresahan yang serupa?

Entahlah, yang jelas kalimat tersebut sangat menyentil. Boleh jadi kalimat sarkas penuh makna itu merupakan cara mereka mengingatkan kepada makhluk yang bernama manusia yang hidup segan, mati pun tak mau.

Yaa. mereka menjadi manusia ala kadarnya.

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Abdul Jalil says:

    Motivasi buat saya juga nih yang hidupnya masih ala kadarnya nih..hhee

    Like

    1. Haha saya juga. Masih perlu menghidupkan diri. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s