Orang Bias

Belakangan ini saya sangat jengkel dengan orang yang kerap merawat perspektif bias-Nya.

Jengkelnya; mereka kerap membiasakan diri menyimpang dari standar nilai (moralitas) kemanusian.

Ciri orang bias ini dengan mudahnya membentuk realitas sosial berdasarkan persepsi sepihak yang bersumber dari pengalaman personalnya. Akibatnya, mereka banyak melahirkan pertimbang-pertimbangan yang tidak tepat.

Maka jangan heran, ketika mereka berada dalam pergaulan masyarakat banyak menimbulkan ketidakdilan berifikir dan berstandar ganda dalam bersikap.

Pada akhirnya mereka senang membangun kontruksi sosial yang buruk. Dengan cara meletupkan stigma, bullying, sarkas, dan jenaka yang menggelikan.

Lebih ironisnya, mereka kerap membuat studi sendiri dengan membanding-bandingkan suatu kelompok/kelas tertentu dengan kelompok lainnya, yang sangat tak layak dibenturkan.

Disini problemnya. Hal itu banyak yang saya temui di lingkungan sosial saya. Apa boleh saya harus tetap “nyinyir” terhadap mereka yang tak pernah berhenti menjadi orang bias.

Saya lebih menghargai mereka yang fokus dengan dunianya, meski dianggap abnormal, namun tak menggangu kondisi sosial yang sudah ada.

Kalau pun ingin tetap “menganggu”, lebih baik ulurkan tanganmu dan angkat mereka sampai derajat yang tertinggi.

Ini sebuah seruan. Jangan pernah mengumbar-ngumbar ketauladanan dengan cara arogan. Tapi jadilah contoh tauladan dengan cara-cara yang elegan.

Percayalah, Tuhan akan menghagaimu lebih jauh dari malaikat-malaikat di surga.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s