Cita-Cita

Sejak kecil saya termasuk orang yang tak memiliki cita-cita yang muluk-muluk. Cukup jadi pemain bola profesional, itu saja. Sekali-kali ingin juga jadi super hero layaknya Satria Baja Hitam, Ultramen, dan Power Rager. Dulu, banyak orang yang bertanya mengapa saya berkeinginan menjadi pemain bola, sementara profesi ini di Indonesia sangat tak menjanjikan bagi masa depan. Lalu…

Orang Bias

Belakangan ini saya sangat jengkel dengan orang yang kerap merawat perspektif bias-Nya. Jengkelnya; mereka kerap membiasakan diri menyimpang dari standar nilai (moralitas) kemanusian. Ciri orang bias ini dengan mudahnya membentuk realitas sosial berdasarkan persepsi sepihak yang bersumber dari pengalaman personalnya. Akibatnya, mereka banyak melahirkan pertimbang-pertimbangan yang tidak tepat. Maka jangan heran, ketika mereka berada dalam…

Jatuh Hati, Lalu Pergi?

Jatuh hati memang bukanlah perkara yang mudah. Ia memang sukar dipahami dan sulit diungkapkan dengan kalimat yang utuh. Ia tumbuh secara alamiah dibawah alam sadar. Seketika ada gap antara perasaan dan logika. Dan ia bisa saja membuatmu menderita, atau sebaliknya bahagia. Tibalah saatnya dimana kita harus terobsesi, atau sebaliknya harus menahan diri  demi kebaikkan bersama….

Mencari Makna

Kerap tergiang dengan sarkas pedas dari Buya Hamka yang berujar “Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.” Saya juga teringat dengan sepotong pemikiran Seno Gumira Ajidarma dalam sebuah karyanya, “Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke…

Doyan Pajaknya, Ogah Motornya

Jakarta adalah kota di mana gubernurnya sudah diganti, namun cara berpikirnya masih sama. Ini nukilan dari catatan lama berjudul: “Libido Menggusur” *** Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pernah mengeluarkan Pergub 195 tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor. Alasannya, sama dengan yang tertulis di kliping berita di bawah ini: motor biang kesemrawutan dan kecelakaan. Alasan…

Masyarakat Korban Penggusuran Ajukan Diri Sebagai Pihak Terkait JR UU Penggusuran

Sidang lanjutan judicial review Undang-Undang PrP No. 51 tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya, kembali digelar Mahkamah Konstitusi (16/5). Sidang dengan nomor perkara 96/PUU-XIV/2016 dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ahli Presiden, dan Pihak Terkait. Daniel Setiadi, Sandyawan Sumardi, dan Azaz Tigor Nainggolan mengajukan diri sebagai…

Alldo Felix Januardy; Awan

Sekian banyak orang saya temui, saya selalu kagum dengan mereka yang mimpi dan aspirasinya mengawan. Mereka menghabiskan waktunya untuk bekerja memperjuangkan idenya dan tak segan merayakan pencapaian mereka dengan cara yang mereka suka, semata-mata untuk memantik mereka supaya bekerja lebih keras lagi. Mereka tahu bahwa diri mereka layak dan itu sama sekali tak apa–setiap orang…

Bertemu Arai Sang Pemimpi

Bertemu dengan Arai dalam satu ruang dan waktu memang sebuah keajaiban. Terlebih bisa bersalaman dan berbincang lepas. Bagi saya pertemuan tersebut adalah momentum sangat baik sebab dapat menjalin hubungan kearah yang lebih serius. “Maaf jangan salah paham, ini bukan ingin ngajak tunangan” Bagi yang pernah menonton film layar lebar Sang Pemimpi, pasti mengenal sosok puitis…

Problematika Pekerja Rumah Tangga

Profesi Pekerja Rumah Tangga (PRT) merupakan salah satu pekerjaan yang masih rentan terhadap ancaman pelanggaran Hak Asasi Manusia. Sejauh ini jumlah pelanggaran terhadap hak-hak PRT di Indonesia dari hari ke hari semakin meningkat. Hal ini tidak terlepas dari adanya relasi kuasa yang tidak seimbang antara PRT dengan majikan sebagai pemberi kerja. Terlepas dari persoalan sistem…